FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Kementerian Perindustrian Mendukung Dirgantara Indonesia Pesawat Ekspor

Kementerian Perindustrian Mendukung Dirgantara Indonesia Pesawat Ekspor

Kementerian Perindustrian mendukung PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk mengekspor pesawat melalui pembiayaan pembeli kredit di bawah National Interest Account (NIA) skema Lembaga Indonesia Pembiayaan Ekspor (LPEI) atau Indonesia Eximbank.

“Yang tentang pembiayaan. Pemerintah mendukung untuk tahap pertama adalah dalam bentuk pembeli kredit untuk beberapa negara yang membutuhkan dana tersebut. Kami memberikan pinjaman kepada negara-negara yang ingin membeli pesawat kami,” kepala penelitian dan pengembangan industri dalam pelayanan , Haris Munandar, mengatakan.

Dia sebelumnya disertai Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan dewan PT DIs direksi pada hari Rabu.

Haris mengungkapkan bahwa kredit pembeli bisa mencapai Rp 400 miliar (US $ 30 juta) untuk ekspor pesawat ke beberapa negara, seperti Thailand, Filipina, Nepal, Senegal dan Uni Emirat Arab. “Dana tersebut tidak akan tersedia untuk semua pembeli. Hanya beberapa negara yang membutuhkan, seperti Nepal dan Senegal, dapat menikmati fasilitas ini. Negara-negara kaya tidak perlu ini,” jelas Haris. Namun, dana tersebut juga dapat digunakan oleh PT DI untuk meningkatkan daya saing produk-produknya diekspor. “Thailand dan Uni Emirat Arab tidak perlu kredit tersebut. Para pembeli kredit akan diserahkan ke modal kerja sehingga pesawat dapat bersaing di pasar global dalam hal harga,” katanya. Sementara itu, Presiden Direktur PT DI Budi Santoso mengungkapkan bahwa perusahaan telah melakukan upaya untuk meningkatkan ekspor pada tahun 2018. “Jika kita melihat pangsa pasar nasional kita, kita tidak bisa bergantung pada anggaran negara atau membeli pemerintah. Target kami adalah untuk meningkatkan ekspor pada 2018, “tegasnya. Perusahaan akan menargetkan negara-negara Afrika berikutnya, mengingat potensi permintaan yang tinggi di sana. Skema pembiayaan LPEIs akan membantu dalam upaya ini. “Di bawah skema NIA, kami PERSEDIAAN menjadi pusing ekspor untuk memperoleh pendapatan negara yang lebih. Hal ini dapat digunakan untuk pendanaan atau, sebagai produsen, kita bisa menggunakannya sebagai modal kerja,” tambahnya. Saat ini Vietnam, Filipina, dan Thailand telah menggunakan jenis pesawat NC212 perusahaan. Uni Emirat Arab dan Korea Selatan membeli pesawat CN235 nya.

Previous post:

Next post: