FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Kenaikan suku bunga Fed mungkin, tapi tidak langsung

Kenaikan suku bunga Fed mungkin, tapi tidak langsung

Sementara pasar berspekulasi apakah Federal Reserve AS akan segera menaikkan suku bunga acuan setelah pemilihan presiden AS telah menyimpulkan, mantan menteri keuangan Indonesia memprediksi bahwa bank sentral yang kuat akan menunggu untuk menerapkan kebijakan tersebut sampai tahun depan, menyediakan pasar negara berkembang lebih banyak waktu untuk penjepit dampak.

Ekonom Chatib Basri, yang menjabat sebagai menteri keuangan 2013-2014 di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan Fed kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga bulan depan, karena dolar AS mengalami penguatan terhadap semua mata uang setelah kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump memenangkan pemilu awal bulan ini.

Harus Fed menaikkan suku bunga acuan dalam situasi saat ini, hal itu akan semakin memperkuat dolar AS, tetapi pada biaya melihat pendapatan yang lebih rendah dari ekspor, Chatib mengatakan.

Dia memperkirakan bahwa Fed malah akan meningkatkan suku bunga acuan pada semester kedua 2017 untuk mengantisipasi kebijakan fiskal ekspansif Trump, seperti rencana kenaikan belanja infrastruktur.

“Dengan kebijakan fiskal ekspansif, defisit anggaran AS akan mendapatkan lebih tinggi, mereka harus mengeluarkan lebih banyak obligasi, yang [dapat menyebabkan] suku bunga untuk mendaki,” katanya saat UOB Indonesia Economic Outlook 2017 di Jakarta, Rabu.

kenaikan suku bunga The Fed akan berpotensi mengakibatkan arus keluar modal dari negara berkembang, seperti Indonesia, karena investor kemungkinan akan memindahkan uang mereka dalam mencari hasil yang lebih baik.

Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) Gubernur Agus Martowardojo mengatakan pasar global sebelumnya telah memprediksi Fed akan menunda rencana untuk menaikkan suku bunga kebijakan satu kali pada bulan Desember tahun ini, tapi kemenangan dan pernyataan sebelumnya tentang ekonomi AS Trump telah terbalik prediksi .

“Prediksi rencana The Fed untuk menaikkan suku satu waktu pada bulan Desember termasuk dalam perhitungan kami ketika kami memangkas suku reverse repo tujuh-hari kami sebesar 25 basis poin pada Oktober. The Fed juga diprediksi meningkat laju dua kali tahun depan dan tiga kali pada 2018, “katanya.

Previous post:

Next post: