Kerajinan Indonesia butuh dorongan pemasaran: Jokowi

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan industri kerajinan membutuhkan dorongan pemasaran untuk memikat pembeli global.

Berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai mantan eksportir furnitur, Jokowi mencatat bahwa pembeli asing tidak mengenal banyak produk kerajinan lokal.

“Kami memiliki kualitas kerajinan, tapi kualitas saja tidak cukup,” kata Jokowi dalam sambutannya di Pameran Kerajinan Tangan Internasional 2017 (Inacraft) pada hari Rabu di Jakarta Convention Center.

“Pembeli asing kesulitan mendapatkan produk Indonesia. Saya biasa berpartisipasi di Inacraft di awal tahun 2000an, jadi saya tahu promosi itu adalah tantangan kami, “tambahnya.

Pasar kerajinan dunia pada 2016 turun 2,11 persen year-on-year (yoy) menjadi US $ 48,6 miliar, menurut data Kementerian Perdagangan.

Berlawanan dengan tren penurunan internasional, ekspor kerajinan Indonesia meningkat 1,35 persen yoy menjadi $ 685,26 juta, mewakili 1,41 persen pasar kerajinan global.

Presiden menyarankan agar untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, perancang kerajinan Indonesia harus memperhatikan tiga aspek, yaitu spesifikasi produk, harga dan pengiriman tepat waktu. Ia juga menekankan bahwa kemasan yang baik adalah cara untuk menarik pembeli.

“Tolong paketkan produk Anda semenarik mungkin sehingga pembeli akan jatuh cinta pada mereka pada pandangan pertama,” kata Jokowi.