Ketaatan Pajak Yang Kaya Ragu-ragu oleh ICW

Firdaus Ilyas dari Indonesia Corruption Watch (ICW) baru-baru ini mempertanyakan ketaatan pajak orang terkaya di Indonesia yang rata-rata kebanyakan memiliki dana simpanan di atas Rp2 miliar. Firdaus menduga bahwa kebanyakan orang kaya belum membayar pajaknya.

“Kami memiliki sejumlah besar orang kaya di sektor sumber daya alam sebagai pialang dan banyak posisi lainnya, namun apakah mereka memberi kontribusi kepada negara ini? Saya kira tidak, “kata Firdaus pada hari Selasa, 16 Mei.

Berdasarkan data yang diberikan oleh LPS pada bulan Februari, rekening bank dengan saldo di atas Rp2 miliar meningkat 0,17 persen, yang setara dengan 239.318 rekening bank. Fenomena tersebut diikuti oleh kenaikan deposito sebesar 0,94 persen, dari Rp2.769 triliun pada bulan Januari menjadi Rp2.795 triliun di bulan Februari.

Meski dengan bertambahnya jumlah rekening bank, faktanya masih menunjukkan bahwa penerimaan pajak negara (PPh) pada 2015 hanya mencapai Rp4 triliun hingga Rp8 triliun. Firdaus menambahkan, jumlahnya seharusnya sudah mencapai Rp200 triliun.

“Ada sejumlah besar orang kaya, tapi tidak banyak yang taat. Dimana keadilan pajak kita? Rata-rata pekerja dikenai pajak. Bagaimana dengan orang kaya yang bebas berkeliaran di negeri ini tanpa membayar pajak mereka, “tanya Firdaus.

Firdaus berharap agar program amnesti pajak yang dimulai pada Juli tahun lalu dan berakhir pada Maret 2017, bisa memulai usaha pemerintah memperbaiki sistem perpajakan di Indonesia.