Mandiri Posts 24,4 Persen Laba Kenaikan Setelah Mengurangi Rasio NPL

Pemberi pinjaman BUMN PT Bank Mandiri telah membukukan kenaikan laba 25,4% menjadi Rp15,1 triliun di kuartal III tahun 2017 menyusul berkurangnya biaya penyisihan karena membaiknya rasio kredit bermasalah (non performing loan / NPL).

Rasio NPL Mandiri pada triwulan III tahun 2017 turun enam basis poin menjadi 3,75 persen, sedangkan beban provisi meningkat menjadi Rp3,6 triliun atau turun 23% menjadi Rp12,2 triliun.

“Laba telah meningkat berkat usaha yang berhasil untuk mengurangi NPL; kami melakukan pengumpulan dan restrukturisasi hutang bermasalah, sehingga menghasilkan peningkatan pendapatan, “kata CEO Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodojo kemarin di Jakarta.

Kartika menargetkan rasio NPL terhadap total kredit kotor sebesar 3,5 persen pada akhir tahun.

Bank Mandiri juga berhasil menurunkan NPL dengan mengalihkan penyaluran kredit dari sektor komersial sehingga sejak tahun ini turut berkontribusi terhadap penurunan kualitas aset.

Penyaluran kredit Mandiri tidak cukup agresif. Hingga akhir September, tumbuh 9,8 persen (yoy) atau Rp686,2 triliun. Sementara itu, marjin bunga bersih bank (NIM) turun menjadi 5,86% dari 6,5%.

“Meski begitu, NIM tetap mencukupi,” katanya. Setelah penyaluran kredit, aset Mandiri naik menjadi Rp1.078,7 triliun atau tumbuh 10,6% (yoy).

Seiring membaiknya aset perusahaan, pendapatan operasionalnya melonjak sebesar 4,1 persen menjadi Rp57,5 triliun. Pendapatan berbasis biaya naik 18,4 persen menjadi Rp16,8 triliun, sebagian besar dihasilkan dari bisnis grosir.

Likuiditas Mandiri ditandai dengan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 10,3% menjadi Rp761,5 triliun.

“Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh giro dan tabungan sebesar 12,6% (yoy) menjadi Rp492,5 triliun,” katanya. Dengan demikian, giro dan tabungan ke rasio dana pihak ketiga mencapai 64,7 persen.