Menteri: China Menanggapi Positif atas Proposal Investasi RI

Menteri Koordinator Kelautan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa China telah menanggapi usulan investasi Indonesia yang dibahas di KTT Sabuk dan Jalan Raya (BRI).

Beberapa proyek investasi yang ditawarkan meliputi proyek pelabuhan terpadu di Bitung, Sulawesi Utara dan Kuala Tanjung di Sumatera Utara dan proyek kelistrikan dan kawasan industri di Kalimantan Utara.

“Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan [para menteri] untuk menyiapkan proyek. Ketika dia mengucapkan selamat tinggal pada Presiden Xi Jinping kemarin, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa bulan depan dia akan mengirim sebuah tim dari Indonesia untuk menindaklanjuti usulan tersebut, “katanya pada sebuah siaran pers di Jakarta.

Dia mengatakan bahwa Indonesia akan bekerja sama dengan China dalam membuat produk baru yang akan menguntungkan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan menunggu pernyataan resmi dari Presiden, jumlahnya cukup besar. Kerja sama yang disepakati antara lain program produksi bahan bakar biodiesel B5, minyak kelapa sawit, untuk meningkatkan harga minyak sawit, yang pada gilirannya akan menguntungkan petani kelapa sawit kita, “katanya.

Sebanyak 29 kepala direksi negara dan pemerintah dan organisasi internasional berkumpul untuk membahas sinergi kebijakan, hubungan masyarakat dan infrastruktur di KTT BRI yang diadakan di Beijing pada tanggal 14-15 Mei.

Menteri tidak mengungkapkan jumlah investasi yang dijamin oleh Indonesia di forum tersebut.

Luhut menambahkan, pemerintah akan memfasilitasi para pihak dalam kesepakatan untuk mewujudkan proyek dan memberikan insentif, seperti tax holiday.

Menurut Luhut, China memiliki 3 triliun dollar AS untuk investasi di negara lain. Dengan menginvestasikan sepertiga dari jumlah tersebut atau 1 triliun dollar AS, China diharapkan dapat membantu mengembangkan ekonomi baru di berbagai negara.