Menteri Keuangan Sri Mulyani Dinamakan Go-Jek sebagai Tax Agent

Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menunjuk perusahaan pembawa acara Go-Jek sebagai agen pajak. Yang terakhir ini telah diberi status sebagai penyedia layanan aplikasi pajak (ASP). Wajib pajak sekarang dapat mengajukan NPWP dan menyerahkan SPT tahunannya, antara lain.

“Menteri (Sri Mulyani) telah mendukung permintaan Go-Jek untuk menjadi agen pajak,” kata Direktorat Jenderal Pajak untuk Pejabat Pajak Iwan Guniardi kemarin.

Iwan mengatakan bahwa tidak lama Sri Mulyani memberikan persetujuannya karena Kementerian Keuangan telah memiliki peraturan dan kebijakan yang berlaku di ASP atau penyedia layanan perpajakan digital. “Dengan solusinya, kepatuhan pajak diharapkan membaik,” katanya.

Pendiri, CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan bahwa ia membahas teknologi keuangan (fintech) dengan Menteri Keuangan.

Dia mengatakan bahwa Go-Jek mendukung visi pemerintah untuk memberikan akses yang lebih mudah kepada masyarakat Indonesia ke layanan keuangan dalam upaya meningkatkan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank DKI Antonius Widodo Mulyono mengatakan bahwa kerjasama antara bank dan Go-Jek ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengguna fitur pembayaran digital Jakarta One (JakOne) Mobile. Kerja sama ini mencakup interoperabilitas uang elektronik, mekanisme pembayaran interkoneksi ekosistem dan perluasan jaringan pembayaran pajak dan pungutan.

Dia mengatakan bahwa kemitraan tersebut akan membuat JakOne Mobile lebih atraktif. Saat ini ada 20.000 pengguna JakOne Mobile.

Antonius mengatakan bahwa Bank DKI bertujuan untuk menarik 5 persen pengguna Go-Jek untuk melakukan transaksi dengan JakOne Mobile. Dia memperkirakan ada lebih dari 50 juta pengguna Go-Jek di Indonesia.