Mt. Letusan Agung: Bandara Bali Kemungkinan Ditutup selama 3 Hari

Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali dapat ditutup selama tiga hari karena letusan Gunung Agung, ditambah dengan topan, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo.

“Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, akan ada satu topan selama tiga sampai empat hari,” katanya setelah konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Pada bulan November dan Desember, angin biasanya bergerak ke timur atau tenggara, namun karena topan, ia mulai bergerak ke barat daya, katanya.

“(Abu dari) Gunung Agung awalnya bergerak ke arah timur atau tenggara dan mempengaruhi Bandara Lombok, namun karena topan tersebut, ia mulai bergerak ke arah selatan dan barat daya dan telah mempengaruhi Bandara Ngurah Rai,” katanya.

Sugihardjo meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana alam yang tak terduga.

“Jika angin topan telah lewat, abu bisa bergerak ke arah Lombok,” jelasnya.

Dia menambahkan, pemerintah telah mengambil langkah antisipatif dengan menunjuk 10 bandara alternatif dan menyediakan 100 bus untuk mengangkut penumpang.

Bus akan membawa penumpang ke terminal Mengwi atau tujuan lainnya, termasuk pelabuhan feri Gilimanuk, untuk berwisata ke Banyuwangi, Jawa Timur.

“Dari Banyuwangi, mereka bisa naik pesawat atau kereta api ke Surabaya,” urainya.

Pusat Mitigasi Bencana Vulkanologi dan Geologi Indonesia (PVMBG) telah menaikkan status siaga Gunung Agung dari tingkat siaga III sampai IV, yang tertinggi, yang mengindikasikan bahaya letusan.

Pihak berwenang menyatakan bahwa asap dan abu gelap telah mengepul sampai 3.400 meter di atas puncak gunung, sehingga mendorong pejabat untuk menutup Bandara Ngurah Rai Bali dari Senin sampai Selasa malam.

Gunung berapi 3.142 meter telah bergemuruh sejak Agustus 2017.

Pada tanggal 21 November, Gunung Agung telah meletus, melepaskan abu vulkanik dan mengisap sekitar 700 meter dari kawah pada pukul 5:05 siang. waktu lokal.

Direktur Transportasi Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni mengatakan setidaknya 445 penerbangan dibatalkan karena letusan Gunung Agung.