NTT untuk Lanjutkan Program Baru Sawah

Kepala Nusa Tenggara Timur (NTT) Pertanian provinsi dan Layanan Plantation Yohanes Tay Ruba mengatakan provinsi akan melanjutkan program pembukaan sawah baru pada tahun 2017.

“Saat ini kami sedang melakukan rasionalisasi dan penyusunan program untuk pembukaan sawah baru yang akan diterapkan pada 2017,” kata Yohanes, Sabtu.

Dia mengatakan pelaksanaan program tahun ini tidak bisa dilakukan seperti yang diharapkan selama keterlambatan dalam pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Sampai saat ini 1.960 hektar sawah baru telah dibuka atau jatuh pendek dari target 2.709 hektar untuk tahun ini, katanya.

Sekitar 224,22 hektar sawah baru telah siap untuk budidaya, ia menambahkan.

“Kami berharap sisanya bisa dilakukan dengan pekerjaan mulai awal tahun depan, bahwa petani dapat meningkatkan produksi beras mereka,” katanya.

Yohanes keterlambatan dalam pelaksanaan program itu disimpan di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Kupang, Sumba Timur, dan Flores seperti Kabupaten Ende dan Manggarai Barat.

Kabupaten Ende adalah untuk memiliki Rp11,538,089,786 dalam DAU tertunda setiap bulan dari September hingga Desember.

Kupangs tertunda bagian dari DAU pada periode yang sama adalah Rp25,466,413,828; dan Kabupaten Sumba Timur adalah untuk memiliki Rp11,532,251,253 dan Kabupaten Manggarai Barat adalah untuk menerima pencairan Rp18,071,885,782 setiap bulan selama periode empat bulan.

Yohanes mengatakan pembukaan ladang padi baru di NTT sejauh telah dilakukan melalui kerja sama dengan militer dengan solder dikirim ke ladang bersama-sama dengan tim penyuluhan pemerintah untuk mendorong petani dalam memperluas sawah mereka.

“Kami menghargai bantuan yang diberikan oleh militer untuk petani untuk meningkatkan produktivitas mereka,” katanya.

Dia mengatakan dia berharap kerja sama tersebut akan terus bahwa ketika dana anggaran telah tersedia program untuk membuka sawah lebih baru bisa dilaksanakan seperti yang diharapkan.

Awal pekan ini Presiden Joko Widodo mengatakan negaranya tidak akan mengimpor beras di sisa tahun ini.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tidak akan ada kelangkaan pasokan beras di Indonesia sebagai negara diperkirakan mengalami surplus sebesar 400.000 ton produksi tahun ini.

menteri mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) produksi countrys beras naik secara signifikan tahun ini.

Survei mengatakan areal tanam pada bulan Juli-September 2016 mencapai 1 juta hektar naik signifikan dari rata-rata 500.000 hektar di tahun sebelumnya.

Berdasarkan asumsi bahwa hektar akan berubah 6 ton gabah, produksi negara tersebut dari gabah akan total 6 juta ton atau setara dengan 3 juta ton beras giling sebagai terhadap konsumsi bulanan sebesar 2,6 juta ton.

Oleh karena itu, saham countrys beras cukup meskipun cuaca ekstrim seperti makanan yang merusak tanaman padi di negara itu tahun ini.

“Selain itu, sistem irigasi telah diperbaiki di berbagai daerah di Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Andi.