NU meminta bantuan pemerintah untuk meningkatkan bisnisnya

Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), melalui Asosiasi Pengusaha Nahdliyin (HPN), telah meminta pemerintah untuk membantu meningkatkan bisnisnya selama pertemuan pertama asosiasi di Jakarta pada hari Jumat, yang dihadiri oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo .

Asosiasi saat ini memiliki 305 anggota, yang sebagian besar adalah perusahaan kecil menengah, kata ketua HPN Abdul Kholik, yang meminta presiden untuk membantu pengusaha NU untuk bergabung dengan badan usaha milik negara (BUMN).

“Kami mengatur pertemuan dengan dana kami sendiri, nama HPN belum cukup profil tinggi untuk mendapat sponsor dari BUMN, semoga kita menjadi mitra yang baik untuk BUMN,” Kholik.

“Tidak ada pengusaha di Indonesia yang bisa memperbaiki [signifikan] tanpa bantuan pemerintah,” tambahnya.

Jokowi menyambut baik gagasan tersebut, berjanji untuk mengadakan pertemuan antara HPN, kementerian dan BUMN.

“Dalam dua minggu, saya akan mengatur pertemuan antara HPN dan kementerian, yang memiliki banyak proyek. Tapi Anda harus mengikuti prosedur,” kata Jokowi sebagai tanggapan, yang mendapat tawa dari penonton.

Jokowi juga berjanji untuk membantu HPN bertemu dengan konglomerat.

“Jika kita [pemerintah] tidak melakukan ini, saya akan menerima keluhan dari Pak Kiai ,” candanya, mengacu pada ketua NU Said Aqil Siroj, yang juga hadir dalam acara tersebut.