OJK Akan Menerbitkan Peraturan Fintech Tahun Depan

Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan bahwa kantornya akan mengeluarkan peraturan teknologi (keuangan) pada kuartal pertama tahun 2018.

Menekan soal detail peraturan tersebut, Wimboh enggan menjawab. “Kita harus menjalin komunikasi dengan instansi lain,” katanya. “Satu hal yang pasti, kita akan mengeluarkan peraturan dasar.”

Menanggapi perkembangan fintek yang cepat, Wimboh mengatakan bahwa OJK juga sedang mempersiapkan roadmap fintech untuk lima tahun ke depan yang akan menjadi acuan pengembangan, pengatur dan pemantauan teknologi keuangan di Indonesia.

Wimboh menambahkan bahwa OJK bekerja sama dengan instansi terkait untuk membentuk pusat fintech. Layanan ini akan mengkoordinasikan kegiatan fintech untuk memungkinkan pengembangannya sekaligus memenuhi aspek keamanan dan perlindungan pelanggan.

“Kami tidak ingin melihat fintect disalahgunakan oleh masyarakat, seperti untuk pencucian uang, pendanaan teroris, dll,” katanya.

Wimboh mengatakan bahwa sekarang ada 27 rekan rekan kerja yang terdaftar dan memegang izin operasional dari OJK. “Belum lagi 32 lagi yang sedang terdaftar,” katanya, sebelum menambahkan bahwa pembiayaan fintech telah mencapai Rp2,26 triliun dengan total 290.335 kreditur.

“Jumlahnya cukup besar,” katanya.