OJK Sets-up 10 Kebijakan Utama

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan 10 kebijakan utama untuk periode 2017-2022. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam mengawasi pelaku industri, dalam upaya mereformasi sektor keuangan bukan bank dan pasar modal.

OJK akan memperkuat pengaturan terpadu, perizinan dan pengawasan konglomerat keuangan, dan menerapkan standar internasional kehati-hatian yang sesuai dengan kepentingan nasional. Regulator juga akan mereformasi industri keuangan non-bank agar lebih kompetitif dan membantu mencapai efisiensi di industri jasa keuangan.

Selain itu, OJK akan merevitalisasi pasar modal untuk mendukung pembiayaan pembangunan, mengoptimalkan peran fintech dengan pengawasan yang memadai, mengurangi ketimpangan ekonomi dengan menyediakan akses finansial yang lebih banyak, memperbaiki pendidikan dan perlindungan konsumen, dan mendorong pembiayaan syariah untuk mendanai proyek-proyek pembangunan.

Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, tujuan dari ke 10 kebijakan tersebut adalah menjadikan agensinya independen dan kredibel dalam mengawasi dan memantau sektor jasa keuangan.

“Dan mampu melindungi konsumen dan mencapai kemakmuran melalui kebijakan di sektor jasa keuangan,” katanya melalui sebuah pernyataan di situsnya pada hari Senin, 9 Oktober.