Operator jalan tol BUMN membukukan kenaikan laba bersih sebesar 33,9%

Operator jalan tol PT Jasa Marga mencatat kenaikan laba bersih sebesar 33,9% menjadi Rp 547,25 miliar (US $ 41,1 juta) pada tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan Rp 407,52 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan perusahaan publik meroket lebih dari 72 persen menjadi Rp 5 triliun pada periode yang sama, terutama didukung oleh pertumbuhan bisnis konstruksi yang kuat.

Pendapatan sektor konstruksi perusahaan lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp 2,86 triliun pada Maret dibandingkan Rp 852,12 miliar pada kuartal pertama tahun lalu, menurut laporan keuangan Jasa Marga yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sektor jalan tol dan sektor usaha lainnya menyumbang Rp 2,14 triliun terhadap pendapatan perusahaan, menandai pertumbuhan year-on-year (yoy) sebesar 4,4 persen.

Sejalan dengan ekspansi konstruksi, biaya Jasa Marga juga meningkat, naik lebih dari 115% yoy menjadi Rp 3,77 triliun, sedangkan kewajibannya meningkat 15,4% menjadi Rp 42,87 triliun.

Nilai aset perusahaan meningkat hampir 11 persen yoy menjadi Rp 59,28 triliun per Maret.

Pada akhir sesi perdagangan pertama pada hari Kamis, harga saham Jasa Marga telah melonjak 2,47 persen dari sebelumnya mendekati Rp4.570.