Pacific Alliance Membeberkan Peluang Perdagangan dengan Indonesia

Aliansi Pasifik, sebuah integrasi regional dari empat negara, Cile, Kolombia, Meksiko dan Peru, akan mengadakan seminar perdagangan dan investasi pertama di Indonesia bekerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) pada tanggal 21 November di Jakarta.

Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Jose Renato Salazar, mengatakan bahwa serikat pekerja tersebut mewakili 41 persen dari PDB di Amerika Latin dan Karibia, dan seminar tersebut bertujuan untuk mengenalkan peluang investasi di empat negara.

Salah satu sektor yang paling potensial termasuk agribisnis, menurut Diego Cifuentes Vargas, direktur eksekutif ProColombia, kantor perdagangan negara tersebut. Tapi masing-masing negara anggota Aliansi Pasifik menawarkan komoditas yang berbeda.

“Kami adalah ekosistem yang sangat beragam, sektor seperti agribisnis serupa tapi dengan produk yang berbeda. Kolombia memiliki kopi, alpukat, sementara Chili memiliki anggur, “katanya kemarin.

Karena perbedaan, Renato Salazar mengatakan keempat negara saling melengkapi. Dimulai pada tahun 2012, aliansi tersebut mencoba mendorong integrasi yang lebih dalam dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang lebih tinggi. Negara-negara yang dikombinasikan memiliki total 225 juta orang dan PDB per kapita sebesar $ 17.442.

Aliansi Pasifik juga ingin memperkuat kerjasama dengan ASEAN. “Memiliki negosiasi akan menjadi rencana jangka menengah untuk kita, tapi kita belum sampai,” kata Renato Salazar. Ke depan, dia menyebutkan bahwa Aliansi Pasifik dan kerjasama ASEAN kemungkinan besar akan terjadi.

“Tapi saat ini, kita pada tahap awal mengenal satu sama lain,” kata Federico Salas, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia.