Pada Q1, Indonesia mencapai 24,4% dari target investasi 2017

Indonesia mengantongi investasi Rp 165,8 triliun (US $ 12,5 miliar) pada kuartal pertama tahun ini, atau 24,4 persen dari target investasi 2017 sebesar Rp 678,8 triliun, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan pada hari Rabu.

Angka ini merupakan kenaikan 13,2 persen dari investasi Rp 146,5 triliun yang tercatat pada kuartal yang sama tahun lalu.

Investasi dari investor lokal tumbuh signifikan sebesar 36,4% year-on-year (yoy) menjadi Rp 68,8 triliun, sedangkan investasi dari investor asing hanya tumbuh 0,94% menjadi Rp 97 triliun.

“Pertumbuhan investasi asing yang nampaknya stagnan karena penguatan rupiah. Kami menggunakan perhitungan Rp 13.900 per dolar pada kuartal pertama tahun lalu namun Rp 13.300 per dolar pada kuartal pertama tahun ini, “kata kepala BKPM Thomas Lembong saat jumpa pers, Rabu.

Dalam nilai dolar, investasi asing terus menunjukkan kenaikan yang stabil sebesar 5,7 persen menjadi $ 7,3 miliar. Laju tersebut lebih tinggi dari 4,5 persen yang tercatat dalam kurun waktu Q1 2015 sampai Q1 2016.

Mayoritas, atau 80 persen dari total investasi lokal dan asing di kuartal tersebut, merupakan investasi baru, sementara 20 persen adalah ekspansi.

“Ini pertanda minat melakukan bisnis di sini masih tinggi,” tambahnya.

Sektor investasi utama adalah pertambangan, makanan, transportasi, gudang dan telekomunikasi. Tiga tujuan investasi teratas adalah Jawa Barat, Jakarta dan Jawa Timur.

Singapura, Jepang dan China tetap menjadi tiga investor teratas – sama seperti pada kuartal pertama tahun 2016 – dengan investasi $ 2,1 miliar, $ 1,4 miliar dan $ 600 juta.