Pameran dagang terbesar di Indonesia mencapai $ 1,1 miliar transaksi

Pemerintah berharap dapat menutup transaksi senilai US $ 1,1 miliar selama Trade Expo Indonesia (TEI), pameran dagang terbesar di Indonesia, yang akan berlangsung dari 11-15 Oktober.

Sejalan dengan target itu, pihaknya juga mengharapkan pameran tersebut memikat 16.000 pengunjung dari seluruh dunia.

“Sampai saat ini, sekitar 70 persen stand sudah dipesan. Selanjutnya, kami akan mendorong perusahaan milik negara [untuk bergabung dalam pameran ini] dan mendekati pembeli potensial di seluruh dunia melalui delegasi perdagangan kami, “kata Menteri Perdagangan Enggartiasto saat peluncuran TEI pada hari Kamis.

Sedikitnya 132 pejabat perdagangan di kedutaan besar Indonesia dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia di seluruh dunia telah berusaha meyakinkan pembeli potensial untuk menghadiri pameran tersebut.

Acara tahunan ini datang pada saat Indonesia sedang berjuang untuk mendongkrak ekspornya di tengah permintaan luar negeri yang lemah. Tahun ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan ekspor sebesar 5,6 persen menjadi $ 136,2 miliar.

Tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya, pameran tahun ini akan berlangsung di Indonesian Convention Exhibition Centre (ICE) di BSD City, Tangerang, Banten. Pameran ini akan memakan ruang seluas 15.000 meter persegi. Ini akan menghadirkan tujuh paviliun yang menampilkan perabotan, fashion, kerajinan dan produk kreatif, makanan dan minuman dan barang-barang buatan lokal lainnya.

Tahun lalu, acara yang digelar di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta, menarik 1.066 peserta pameran dan membukukan transaksi senilai $ 1,02 miliar. Ini juga melihat hadirnya 15.567 pengunjung.