Pekerjaan Perahu-tenggelam; Cadangan Ikan Meningkat

Tindakan tegas dan kebijakan pemerintah terhadap penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia, termasuk tenggelamnya kapal perburuan, menunjukkan hasil positif. Dampak terbesar adalah meningkatnya volume cadangan ikan, kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Stok naik dari 9,93 juta ton pada 2015 menjadi 12,54 juta ton pada 2016,” katanya saat melakukan pemaparan tiga tahun terhadap presidensi Joko Widodo di Jakarta, Rabu.

Susi menamai dampak positif lainnya dari kebijakan pemberantasan pencurian ikan, termasuk kenaikan nilai tukar nelayan dari 106,14 di tahun 2015 menjadi 108,24 pada tahun 2016.

Dalam hal penegakan hukum, Susi mengatakan setidaknya ada 10.000 kapal asing yang telah dikeluarkan atau dikeluarkan dari perairan Indonesia. Sebanyak 700 kapal masih dipegang di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Dalam sisa dua tahun kepemimpinan Jokowi-JK, Susi mengatakan ada tantangan baru dalam hal pemberantasan pencurian ikan.

Menteri mengatakan kapal asing menggunakan metode baru untuk merebus ikan Indonesia; transshipment. Para pemburu memindahkan ikan yang ditangkap dari kapal-kapal Indonesia ke kapal-kapal asing di laut lepas, bukan di perairan Indonesia.

“Mereka menggunakan kapal Indonesia sebagai jangkar,” katanya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia mendorong Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) untuk mengkategorikan pencurian ikan di laut terbuka sebagai kejahatan transnasional. “Saya mencari persetujuan UNODC untuk melindungi laut Indonesia,” kata Susi.