Pelelangan Laptop yang Tidak Terapan dalam Peraturan Penerbangan Indonesia

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia menjelaskan lebih lanjut tentang larangan terbaru untuk membawa laptop ke dalam kabin pesawat terbang. Kementerian Perhubungan mengeluarkan penjelasan tentang larangan akun twitter resmi mereka @ djpu151.

“Kami ingin memastikan bahwa peraturan tersebut melarang laptop atau gadget untuk dibawa ke kabin pesawat terbang,” akun tweet pada hari Sabtu, 29 April.

Direktorat Jenderal Perhubungan mengatakan bahwa benda elektronik yang dibawa oleh penumpang harus diperiksa secara manual atau melalui mesin sinar-x.

Mereka menyatakan bahwa perangkat elektronik akan diperiksa secara manual hanya bila operator memiliki keraguan tentang objek tertentu yang melewati pemeriksaan sinar-x, yang akan dilakukan dalam beberapa langkah, seperti meminta pemiliknya untuk menghidupkan perangkat agar diperiksa.

Badan tersebut mengatakan bahwa perangkat elektronik check-up adalah bagian dari proses inspeksi yang termasuk dalam protokol keselamatan penerbangan. Namun, mereka menilai tidak ada peraturan yang melarang penumpang membawa peralatan elektronik mereka ke dalam kabin pesawat komersial.

Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris adalah negara-negara yang menerapkan tindakan ekstra ini. Protokol keamanan diterapkan di sejumlah perusahaan pesawat terbang di beberapa bandara Timur Tengah dan Turki dengan tujuan penerbangan ke AS, Kanada, dan Inggris. Para penumpang dilarang membawa laptop atau perangkat elektronik berukuran serupa ke dalam kabin pesawat terbang.