Pemberi pinjaman swasta PaninBank mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 26,9% di Q1

Pemberi pinjaman swasta Panin Bank melihat lonjakan laba bersih sebesar 26,9% year-on-year (yoy) menjadi Rp 760,41 miliar (US $ 57,1 juta) pada kuartal pertama tahun ini, terutama didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, termasuk fee- Pendapatan berbasis.

Saham publik tersebut membukukan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp 2,08 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini, naik 4,2% yoy. Pendapatan non-bunga naik 69,3% yoy menjadi Rp 553,41 miliar.

“Panin Bank meningkatkan produk dan layanannya secara komprehensif melalui cross selling dengan afiliasi dan anak perusahaannya, seperti [bank syariah] Panin Dubai Syariah Bank, [perusahaan asuransi jiwa] PT Panin Dai-Ichi Life dan Asuransi MAG Fairfax dan [perusahaan sekuritas yang terdaftar di bursa efek] PT Panin Sekuritas dan [manajer aset] PT Panin Asset Management, “kata direktur utama Panin Bank Herwidayatmo seperti dikutip dalam sebuah pernyataan resmi.

Sementara itu, kreditur melihat outstanding pinjaman mencapai Rp 132,29 triliun hingga Maret, meningkat sebesar 5,2 persen yoy. NPL gross meningkat menjadi 2,91 persen dari 2,64 persen pada periode yang sama tahun lalu.

NPL bersih pemberi pinjaman melayang di 0,84 persen dari 0,55 persen.

Panin Bank berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 145,8 triliun pada kuartal pertama, melonjak 14% yoy.