FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Pemerintah akan menerbitkan surat utang dengan tenor yang lebih pendek

Pemerintah akan menerbitkan surat utang dengan tenor yang lebih pendek

Pemerintah akan menerbitkan surat utang (SBN) dengan tenor yang lebih pendek, kurang dari satu tahun, mengikuti (BI) keputusan Bank Indonesia untuk secara bertahap menggantikan sertifikat bank sentral (SBI) dengan SBN sebagai instrumen operasi moneter sampai 2024.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa banyak SBN yang diterbitkan dengan media untuk tenor panjang, seperti enam sampai 10 tahun. Seperti operasi moneter memerlukan tenor satu, tiga, enam, dan sembilan bulan, pemerintah secara bertahap akan mengeluarkan instrumen tersebut berdasarkan permintaan BI

“Kami akan bekerja sama dengan BI untuk instrumen dengan persyaratan yang lebih pendek, biaya yang lebih rendah, dan lebih sering. Kami akan mempersiapkan dengan BI sehingga transisi (dari SBI ke SBN) akan menjadi lancar,” katanya di Bursa Efek Indonesia (BEI) bangunan di Jakarta, Rabu.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kebijakan baru akan efektif pada tahun 2017.

Bank sentral juga memiliki sekitar Rp 100 triliun (US $ 7420000000) SBN untuk operasi moneter jangka panjang, namun hanya 50 persen dari jumlah tersebut dimanfaatkan sebagai operasi jangka pendek yang lebih dominan.

Selain itu, ia menambahkan, sebagai SBN dapat dimiliki oleh lembaga selain bank, ketersediaan jangka pendek SBN akan meningkatkan transaksi di pasar uang dan menciptakan financial deepening. SBI secara eksklusif diperdagangkan antara BI dan bank.

“Dengan porsi yang lebih besar dari SBN, bank akan memiliki partisipasi yang lebih besar di pasar uang,” katanya.

Previous post:

Next post: