Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit secara individual

Pemerintah fokus pada peningkatan produktivitas usaha kelapa sawit secara individu dengan menerapkan program penanaman kembali.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dibandingkan dengan perkebunan perusahaan, perkebunan yang dikelola sendiri memiliki produktivitas yang jauh lebih rendah. Benih dengan kualitas rendah dan rendahnya produktivitas pohon palem jauh melampaui usia produktif normal mereka adalah penyebab dari masalah ini.

“Kita perlu fokus pada benih bermutu. Perkebunan yang dikelola secara individu memiliki tingkat produktivitas 1,7 ton per hektar, sementara perkebunan perusahaan dapat menghasilkan 5,6 sampai 5,7 ton minyak sawit per ha. Mengapa? Ini karena bibit mereka berkualitas buruk, “kata Darmin di Istana Negara, Jumat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dana Perminyakan Indonesia (BPDP-KS) berencana mengalokasikan sekitar Rp 500 miliar untuk menanam kembali 22.000 ha perkebunan kelapa sawit pada 2017. Jumlah tersebut dapat direvisi berdasarkan peraturan yang dikeluarkan. Oleh kementerian keuangan dan pertanian.

Darmin mengatakan penanaman kembali tersebut akan diawasi oleh Kementerian Pertanian, yang juga ditugaskan untuk menyediakan benih berkualitas. Pemerintah akan memasangkan BPDP-KS dengan Kementerian Pertanian, tambahnya.