FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Pemerintah Isu 14 Paket Kebijakan untuk Memfasilitasi E-commerce

Pemerintah Isu 14 Paket Kebijakan untuk Memfasilitasi E-commerce

Pemerintah Indonesia pada hari Kamis mengumumkan paket kebijakan ekonomi 14 yang membawa peta jalan untuk pengembangan industri e-commerce di negara ini.

“Paket kebijakan ini ditujukan untuk mendorong orang di seluruh Indonesia untuk memperluas kegiatan ekonomi mereka secara efisien dan untuk menghubungkan mereka ke seluruh dunia. Dengan roadmap ini, mereka akan dapat meningkatkan bisnis mereka dengan cara yang lebih baik,” kata Menteri Koordinator perekonomian Darmin Nasution mengatakan saat mengumumkan paket di Kantor Presiden, bersama dengan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Darmin mengungkapkan harapan bahwa peta jalan untuk pengembangan industri e-commerce akan mendorong generasi muda untuk datang dengan produk dan layanan baru dan inovatif.

roadmap ini juga diharapkan untuk mendorong kepastian dalam bisnis selain memfasilitasi industri e-commerce. Oleh karena itu, dengan arahan dan bimbingan strategis, sistem perdagangan nasional berbasis elektronik dapat diletakkan di tempat selama periode 2016-2019, katanya.

roadmap tersebut juga diharapkan untuk memberikan prioritas untuk dan melindungi kepentingan nasional, khususnya kepentingan pengusaha kecil dan menengah dan pemula, ia berkomentar.

“Ini juga akan membantu sumber daya manusia dan agen e-commerce untuk meningkatkan knowhow mereka. Selain itu, akan memberikan kerangka acuan kepada pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk menentukan atau menyesuaikan kebijakan berbasis sektor sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan e yang industri perdagangan, “jelasnya.

Darmin mengatakan bahwa paket kebijakan berkaitan dengan setidaknya delapan isu, termasuk pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan selain keamanan cyber.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menggarisbawahi bahwa perekonomian digital memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia.

“Perekonomian digital Indonesia begitu besar bahwa semua layanan transaksi menggunakan teknologi digital akan terus berkembang,” ia mengamati.

Dia mengingatkan bahwa paket juga mencakup beberapa ketentuan untuk mengatasi tujuh masalah utama, termasuk sumber daya manusia dan pendidikan, akses ke modal, insentif pajak, perlindungan konsumen, keamanan cyber, logistik dan infrastruktur komunikasi.

Previous post:

Next post: