Pemerintah membela skema gross split split minyak dan gas

Deputi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar telah mempertahankan skema gross-split untuk proyek minyak dan gas baru, yang menekankan bahwa sistem tersebut efisien.

Dia mempertanyakan sebuah studi tentang skema split kotor.

“Saya ingin tahu variabel apa saja yang termasuk dalam perhitungan. Apakah waktunya salah satu variabelnya? “Kata Arcandra di Jakarta, Senin seperti dilansir Antara.

Di bawah skema gross-split, pembagian keuntungan antara pemerintah dan kontraktor akan “meluncur” naik turun tergantung pada beberapa faktor.

Variabel ini akan ditambahkan atau dikurangkan dari perhitungan dasar, dimana peraturan baru tersebut menetapkan setidaknya 43 persen untuk perusahaan dalam proyek minyak dan setidaknya 48 persen proyek gas.

Skema gross-split akan menghemat dua sampai tiga tahun dalam proses bisnis dan karena itu produksi bisa dimulai lebih awal, Arcandra menambahkan.

Dari sisi pemerintah, lanjutnya, skema baru tersebut akan menjamin pendapatan negara dari sektor minyak dan gas bumi dan juga memperkuat fungsi pengawasan Satgas Regulasi Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKKMigas ) .