Pemerintah mengeluarkan peraturan tentang gas suar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengeluarkan sebuah keputusan menteri yang mengatur penjualan gas suar untuk mengurangi aktivitas pembakaran, sementara juga mengurangi gas rumah kaca.

Gas flare adalah alat pembakaran gas yang digunakan di pabrik industri, seperti kilang minyak bumi, pabrik pengolahan gas bumi dan juga di lokasi produksi minyak atau gas, untuk menghilangkan kelebihan gas.

Pembakaran gas alam dari produksi minyak merupakan sumber utama emisi karbon dioksida, salah satu gas rumah kaca yang paling mengkhawatirkan.

Pemerintah berharap agar perusahaan akan mengurangi aktivitas pembakarannya dengan menjual kelebihan gas.

“Gas flare dapat digunakan untuk pembangkit listrik, rumah tangga dan industri melalui gas pipa, gas alam terkompresi [CNG], bahan bakar gas cair [LPG], dimetil eter, atau dapat digunakan untuk tujuan lain berdasarkan komposisinya,” seperti yang dinyatakan Dalam Keputusan Menteri No. 32/2017, yang mulai berlaku Senin lalu, namun baru diumumkan pada akhir pekan.

Menurut peraturan baru tersebut, gas suar akan ditawarkan oleh Satuan Tugas Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKKMigas), yang akan mengevaluasi dokumen yang diajukan oleh pembeli potensial bersama dengan direktorat jenderal minyak dan gas Kementerian.

Menteri energi dan sumber daya mineral akan menentukan alokasi gas terakhir. Menteri juga akan bertanggung jawab untuk menetapkan harga jual gas suar, berdasarkan rekomendasi SKKMigas.

Harga plafon telah ditetapkan pada 35 sen AS per juta metrik British thermal unit (mmbtu).