Pemerintah Mengundang China untuk Berinvestasi dalam Energi Terbarukan

Pemerintah Indonesia mendorong China untuk berinvestasi di sektor energi baru dan terbarukan nusantara. Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan Menteri mengatakan bahwa investasi China di sektor energi terbarukan di Indonesia belum begitu besar.

 

“Terus terang, pada tahun lalu, kita belum melihat adanya aktivitas utama dalam energi terbarukan dan baru [dari China]. Sebagian besar berasal dari Eropa, Amerika Serikat dan Jepang,” katanya saat membuka Forum Energi Indonesia-China ke-5 V) di Jakarta kemarin.

Jonan mengatakan Indonesia akan menyambut China jika mereka ingin melakukan studi atau menjalin kemitraan di sektor energi terbarukan. Jonan berbicara tentang target pemerintah untuk memiliki porsi energi bersih 20% untuk pembangkit listrik dan kendaraan pada tahun 2025.

“Target tersebut diiringi dengan upaya untuk membuat harga energi terbarukan lebih efisien,” kata juru bicara Kementerian Energi Dadan Kusdiana beberapa waktu lalu. Dadan mengatakan bahwa sejak Mei tahun ini 59 perjanjian jual beli listrik dengan total kapasitas 567 MW telah ditandatangani oleh PLN dengan pengembang energi bersih.

PLN juga akan menandatangani sembilan kesepakatan lagi dengan total kapasitas 640 MW. Direktur pengadaan strategis PLN Nicke Widyawati mengatakan, kapasitas energi bersih terpasang saat ini di Indonesia adalah 6.000 MW.

Guna memenuhi target tersebut, penambahan tanaman yang akan beroperasi pada 2025 ini harus mencapai kapasitas 30.000 MW.