Penerimaan Pajak Ditingkatkan setelah Program Amnesti Pajak

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi telah mengklaim bahwa penerimaan pajak telah membaik setelah pelaksanaan program amnesti pajak. Data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada 30 April menunjukkan bahwa penerimaan pajak mencapai Rp343,7 triliun, meningkat 18,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ken mengatakan bahwa semua data yang dikumpulkan selama program amnesti pajak memungkinkan DJP untuk mengumpulkan lebih banyak pendapatan. Dia mengatakan bahwa jumlah penerimaan pajak tertinggi dalam 10 tahun terakhir. “Setelah amnesti pajak, tidak ada lagi pajak yang salah [data],” kata Ken pekan lalu.

Sebanyak 4.734,31 triliun aset yang diumumkan dengan selesainya program amnesti pajak telah dipuji karena jumlah terbesar berhasil dikumpulkan oleh negara dalam sejarah. Namun, pemerintah gagal memenuhi target aset repatriasi Rp165 triliun, hanya mengumpulkan Rp146,69 triliun.

Direktur potensi pajak, kepatuhan dan pendapatan Yon Arsal mengatakan bahwa kenaikan penerimaan pajak untuk Januari-April 2017 mendekati target pemerintah sebesar 18,23 persen. Sejumlah besar penerimaan pajak berasal dari pajak pertambahan nilai (PPN). PPN domestik mencapai Rp68,8 triliun atau naik 16,67 persen dibanding tahun lalu, sedangkan PPN impor mencapai Rp44,8 triliun atau meningkat dibanding tahun lalu yang sebesar Rp37,7 triliun. “PPN [jumlah] adalah sinyal positif bahwa ekonomi berjalan [baik],” kata Yon.

Arsal mengklaim bahwa penerimaan pajak meningkat berkat program amnesti pajak. Ini meningkat 20 persen dari tahun ke tahun pada bulan April 2017.