Peraturan Penyebaran Investasi Timur Tengah

Utusan khusus Indonesia untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam, Alwi Shihab, mengatakan bahwa peraturan tersebut menghambat investasi Timur Tengah meskipun Presiden Joko Widodo telah mengunjungi negara-negara di seluruh wilayah untuk menarik investor.

Dalam pembicaraan bilateral, Alwi mengatakan, Jokowi didampingi oleh tim ekonominya untuk meyakinkan investor untuk berinvestasi di Indonesia dan kesepakatan telah tercapai.

“Tapi eksekusi sering terhambat. Uangnya berhenti dengan kami, “kata Alwi kemarin dalam seminar investasi di Surabaya.

Alwi mengatakan bahwa kondisi seperti itu membuat Jokowi merasa tidak nyaman, menambahkan bahwa presiden telah meminta deregulasi.

Negara-negara kaya Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab tertarik untuk berinvestasi di Indonesia, terutama di sektor pariwisata.

Alwi menunjuk contoh seorang investor Qatar yang mengembangkan pariwisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat. “Dalam satu kondisi, Bandara Lombok harus ditingkatkan untuk menjadi kelas dunia,” katanya.

Contoh lainnya adalah Arab Saudi yang mengincar tempat wisata di Padang, kata Alwi. Padang dianggap lebih menarik oleh Arab Saudi dibandingkan dengan Bali karena waktu tempuh ke Mekah bisa dipotong pendek tiga jam. Namun, negara tersebut menuntut agar pemerintah menyediakan 4.000 hektar lahan. “Kami mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan tersebut,” katanya.

Alwi mengatakan bahwa upaya menarik investor Timur Tengah adalah prioritas Presiden Jokowi. Dia beralasan bahwa Jokowi ingin membungkam kritik yang menuduh preferensi Indonesia terhadap investor China, Jepang atau Korea Selatan.