Persetujuan tentang Pasokan Gas untuk Pembangkit Listrik Jawa 1 Ditandatangani

BP Berau Ltd yang berbasis di Inggris, operator ladang gas Tangguh, telah menyetujui kesepakatan jual beli gas alam cair (liquefied natural gas / LNG) dengan perusahaan listrik milik negara PLN untuk memasok gas ke pembangkit listrik Jawa 1 di Cibatu Baru, Jawa Barat, dari tahun 2020 sampai 2025.

“Kami berharap gas [output] diakomodasi seluruhnya oleh PLN untuk menyediakan listrik yang cukup dan memperbaiki rasio elektrifikasi nasional,” kata ketua Satuan Tugas Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi kemarin saat penandatanganan kontrak di Jakarta.

BP akan memasok 16 kargo LNG per tahun. Itu adalah kesepakatan kedua yang ditandatangani antara PLN dan BP, yang sebelumnya ditandatangani pada bulan April tahun lalu dimana BP setuju untuk menjual 44 kargo LNG dari tahun 2020 sampai 2030.

Keduanya sepakat bahwa harga gas ditetapkan sebesar 11,2 persen dari harga minyak mentah Indonesia (ICP) per juta metrik British thermal unit (MMBTU), sedangkan biaya transportasi adalah 0,4 persen. Direktur pengadaan PLN Iwan Santoso mengklaim bahwa harga terendah untuk LNG.

Amien membandingkan harga LNG yang ditetapkan oleh PT Nusantara Regas yang memasok gas ke pembangkit listrik tenaga uap Muara Karang dan Muara Tawar sebesar 11,25 persen ICP per MMBTU plus biaya transportasi sebesar 0,7 persen. Perhitungan harga diatur dalam peraturan baru tentang pengadaan gas yang dikeluarkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan awal tahun lalu.

Pengembang pembangkit listrik tenaga gas Jawa 1 adalah Jawa Satu Power, yang dimiliki oleh sebuah konsorsium yang terdiri dari perusahaan minyak dan gas milik negara Pertamina, Marubeni dan Sojitz yang berbasis di Jepang. Operasi akan dimulai pada 2020 dengan kapasitas pembangkit 1.760 megawatt.