Pertamina masih ingin mengakuisisi dua sumur minyak di Rusia

Perusahaan energi milik negara Pertamina mencoba mengakuisisi dua sumur di Rusia yang pada awalnya diharapkan untuk mengambil alih pada paruh pertama tahun ini, kata wakil presiden perusahaan komunikasi perusahaan, Adiatma Sardjito.

Akuisisi sumur Chayvo dan Russkoye sedang berlangsung, kata Adiatma seperti dilansir kontan.co.id, Selasa.

Wakil Presiden Pertamina untuk pengembangan bisnis hulu Denie S. Tampubolon menambahkan bahwa negosiasi mengenai akuisisi itu sangat sulit.

“Kami telah mencoba untuk mengintensifkan komunikasi dan negosiasi dengan Rosneft sehingga perbedaan kami dapat segera diselesaikan,” kata Denie, mengacu pada perusahaan minyak milik negara Rusia tersebut.

Pertamina mengakuisisi 72,65 persen saham di Meurel and Prom, sebuah perusahaan Prancis, melalui anak perusahaannya, Pertamina International EP (PIEP) pada 1 Februari.

PIEP saat ini memiliki akses operasi di 12 negara: Indonesia, Aljazair, Kolombia, Prancis, Gabon, Irak, Italia, Malaysia, Myanmar, Namibia, Nigeria dan Tanzania.

Dengan akuisisi tersebut, Pertamina menambah kapasitas produksinya dengan 30.000 barel minyak per hari (bopd).

Sejak 2014 hingga awal 2017, produksi Pertamina dari aset internasionalnya telah berkembang menjadi 150.000 bopd. Perusahaan menargetkan total kapasitas produksi 1,9 juta bopd pada 2025, dengan 650.000 bopd diperkirakan berasal dari operasi internasionalnya.