Pertumbuhan Industri Ritel Berdiri 3,7 Persen: Aprindo

Pertumbuhan industri ritel di Indonesia mencapai 3,7% pada akhir semester pertama 2017, kata Ketua Umum Retail Business Association (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. Dia memprediksi bahwa angka setahun penuh akan mencapai 7,5 sampai 8 persen.

“Ini lebih rendah dari semester I 2016 yang tumbuh 9 persen,” kata Mandey kepada Tempo kemarin di Jakarta.

Dia berharap pertumbuhannya bisa mencapai 9 persen seperti tahun lalu. “Tapi kenyataannya akan tumbuh meski melambat,” kata Roy.

Roy mengatakan, pertumbuhan yang lebih rendah disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk stagnan harga komoditas, segmen upah menengah dan pergeseran pola belanja.

Pola belanja konsumen telah bergeser dari keranjang besar ke yang kecil seiring dengan meningkatnya layanan pengiriman barang.

Roy mengatakan bahwa orang jarang pergi ke toko lagi. Sebagai gantinya, mereka berbelanja online atau menggunakan layanan transportasi online.

Data menunjukkan bahwa transaksi online shop membuat 1,4 persen dari total pembayaran offline di industri ritel tahun lalu, menurut Roy. Dia menambahkan bahwa dari 97,3 pengguna internet, hanya 8,7 di antaranya melakukan transaksi online.