Perusahaan konstruksi negara bagian Wika melihat kenaikan laba bersih di Q1

Perusahaan konstruksi milik negara PT Wijaya Karya (Wika) membukukan pertumbuhan bisnis yang kuat pada kuartal pertama 2017. Laba bersih perusahaan meroket lebih dari 240% year-on-year (yoy) menjadi Rp 245,08 miliar (US $ 18,4 juta) dibandingkan Ke periode yang sama tahun lalu.

Penjualan bersihnya melonjak lebih dari 39% menjadi Rp 3,81 triliun, sedangkan nilai asetnya meningkat 5,4% menjadi Rp 32,77 triliun, menurut laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan publik tersebut melihat biayanya melonjak 40 persen menjadi Rp 3,4 triliun. Perseroan mencatat kewajiban sebesar Rp 20 triliun, meningkat 7,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Wika terlibat dalam sejumlah proyek infrastruktur besar, termasuk pengembangan proyek light rail transit (LRT) di Jabodetabek dan pembangunan jalur rel berkecepatan tinggi yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Saham Wika, yang diperdagangkan di BEI dengan kode WIKA, melonjak pada perdagangan sesi pertama hari Kamis.

Nilai saham perusahaan naik 2,15 persen menjadi 2.380 masing-masing pada akhir sesi pertama dibandingkan penutupan sebelumnya pada hari Rabu.