Perusahaan negara untuk menyelesaikan jalan perbatasan Kalimantan lebih cepat dari jadwal

Perusahaan konstruksi milik negara Brantas Abipraya telah menyatakan optimisme bahwa jalan di bawah konstruksi dekat perbatasan dengan Malaysia di Kalimantan akan selesai lebih awal dari November 2018, batas akhir proyek yang ditetapkan pemerintah.

Jalan sepanjang 27,5 kilometer tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membuat wilayah-wilayah terpencil di Indonesia lebih mudah diakses dan berkembang di wilayah perbatasan. Proyek serupa sedang dilaksanakan di Papua.

Jalan tersebut akan menghubungkan kota-kota Nanga Bandau dan Lanjak di Kalimantan Barat.

“Kemajuan kami sudah 4 persen di depan target kami, jadi mungkin bisa selesai setidaknya enam bulan sebelumnya,” kata Ahmadi, pejabat Brantas Abipraya yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, pada hari Kamis.

Proyek multi tahun senilai Rp 284 miliar (21,3 juta dolar AS), telah meningkat menjadi 41,8 persen pada akhir April, lebih jauh dari target 37,1 persen.

Pembangunannya dimulai pada Januari 2016 dan pada awalnya diperkirakan akan selesai sekitar bulan November 2018.

Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proyek ini merupakan bagian dari jalan sepanjang 1.900 kilometer yang akan dikembangkan di sepanjang perbatasan yang memisahkan Kalimantan dan Malaysia.