PLN: Cadangan Daya Yang Diperlukan

Perusahaan pengadaan listrik negara PLN direktur pengadaan strategis Supangkat Iwan Santoso mengakui bahwa pelemahan ekonomi nasional akan membuat permintaan listrik turun. Akibatnya, cadangan listrik akan meningkat.

Sebuah studi oleh Institute for Energy Economics and Finance Analysis (IEEFA) memprediksi bahwa sistem listrik Jawa-Bali akan memiliki cadangan sebesar 40% mulai pada 2019. Cadangan ini, klaim IEEFA, akan membebani keuangan PLN, yang memaksa perusahaan untuk mengeluarkan AS $ 16,2 miliar kapasitas pembayaran ke produsen listrik swasta sampai 2026.

Namun, Iwan berpendapat bahwa cadangan daya diperlukan untuk menjaga kelangsungan pasokan listrik nasional. Ia mengatakan bahwa power backup ini berguna untuk mengganti listrik yang hilang dalam proses transmisi. Cadangan juga berguna untuk dijadikan cadangan saat pembangkit listrik terbesar PLN mengalami masalah.

Berdasarkan Rencana Bisnis Penyediaan Tenaga Listrik PLN (RUPTL) 2017-2026, PLN memperkirakan pasokan listrik akan mencapai 30%. Sistem kelistrikan di luar Jawa-Bali pada 2019 akan memiliki cadangan lebih dari 30 persen.

Cadangan tertinggi diperkirakan berada di Nias dengan 94 persen, diikuti oleh Kalimantan Barat dengan 73 persen.

“Listrik yang tidak terpakai termasuk dalam rencana kami,” kata Iwan, kemarin, 3 Oktober.