PLN memperoleh pinjaman dari JBIC sebesar Rp11 triliun

Perusahaan listrik negara PLN telah memperoleh komitmen pinjaman sebesar Rp 11,2 triliun (US $ 842,36 juta) dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk membiayai perluasan tiga pembangkit listrik tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memenuhi program listrik 35.000 megawatt (MW) pemerintah pada tahun 2019.

Robert Aprianto Purba, general manager unit Konstruksi V PLN, mengatakan total biaya pengembangan pembangkit listrik adalah Rp 16 triliun, 70 persennya berasal dari pinjaman JBIC. Sisanya 30 persen akan bersumber dari dana internal PLN.

Unit Konstruksi V PLN bertanggung jawab atas proyek di bagian barat Jawa, dan berkantor pusat di Jakarta.

Proyek pertama adalah unit keempat PLTU di Tangerang, Banten, yang memiliki kapasitas produksi 315 MW dan dijadwalkan beroperasi pada bulan September 2019.

Proyek kedua adalah blok keempat fasilitas berbasis gas dan pembangkit listrik tenaga batubara (PLTGU) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan kapasitas produksi 800 MW. Operasi diperkirakan akan dimulai pada pertengahan 2019.

Proyek ketiga adalah blok ketiga fasilitas berbasis gas dan pembangkit listrik tenaga batubara (PLTGU) di Muara Karang, Jakarta Barat, dengan kapasitas produksi 500 MW, yang diharapkan mulai beroperasi pada Juli 2019.

Robert mengatakan unit Konstruksi V PLN akan menyumbang sekitar 30 persen untuk program listrik 35.000 MW di negara tersebut.

“Kami optimis bisa mencapai target akhir 2019.”