PLN Mengubah Rencana Penyediaan Tenaga Listrik

Perusahaan listrik negara PLN berencana merevisi rencana bisnis power supply (RUPTL) untuk tahun 2017-2026, karena target penjualan saat ini yang ditetapkan dalam rencana dianggap tidak realistis.

Direktur perencanaan perusahaan PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan bahwa kondisi saat ini tidak seperti yang diharapkan saat meluncurkan program 35.000 MW.

Menurut Syofvi, sejak program 35.000 W diluncurkan, pertumbuhan penjualan listrik lebih rendah dari target RUPTL sebesar 8,3 persen per tahun. Karena perubahan dalam pertumbuhan konsumsi, targetnya harus direvisi.

Penjualan listrik per September tumbuh 3,1 persen dengan volume 163,6 terawatt-jam (tWh), jauh di bawah pertumbuhan tahun lalu 7,1 persen (yoy) dengan volume 158,6 tWh.

Syofvi mengatakan bahwa target kapasitas program akan tetap sama, dan hanya jadwal yang akan diubah. Pembangunan beberapa pembangkit listrik akan dijadwal ulang untuk mencegah surplus listrik meningkat.

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meminta PLN untuk menyesuaikan RUPTL-nya. Jonan ingin memiliki pembangkit listrik baru dengan kapasitas total 17.000 MW pada 2019. Kapasitas tambahan hingga 35.000, menurut Jonan, dapat direalisasikan pada tahun 2024.