FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Produk syariah masih bermain di ‘laut merah’

Produk syariah masih bermain di ‘laut merah’

Kurangnya diferensiasi dalam fitur produk ‘memiliki industri asuransi syariah tertinggal rekan-rekan konvensional, sebuah perusahaan asuransi mengatakan.

Kepala FWD Life Indonesia dari proposisi produk dan syariah Ade Bungsu mengatakan bahwa banyak produk asuransi syariah hanya mirroring produk konvensional tanpa menambahkan nilai apapun.

Selain itu, meskipun didominasi oleh umat Islam, konsumen Indonesia lebih peduli fitur dan hasil investasi.

“Pasar kami mengambang, jika konvensional [asuransi] melakukan dan memberikan yang lebih baik daripada syariah, mereka akan pergi ke konvensional. A ‘cermin’ produk hanya akan menempatkan Anda dalam ‘lautan merah’,” katanya pada produk syariah FWD Life Indonesia diluncurkan di Jakarta, Jumat.

Ade menambahkan bahwa produk syariah bisa berdiri untuk memanfaatkan “fitur sosial” untuk membedakan dirinya dari produk lainnya. Sebagai Muslim diwajibkan untuk membuat sumbangan dalam bentuk zakat , wakaf dan sedekah , Ade mengatakan, umat Islam ingin melihat apakah produk otomatis dapat mengatur penyaluran sosial.

Berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan ini (OJK) data terakhir, industri asuransi, baik konvensional dan syariah berbasis, melihat peningkatan pendapatan premi sebesar 16,92 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 141750000000000 (US $ 10480000000) dari Januari sampai September. Namun, dengan asuransi syariah pendapatan premi baru meningkat hanya 15,8 persen yoy menjadi Rp 8,8 triliun pada periode yang sama.

Ukuran bisnis asuransi syariah juga kecil, yang terdiri dari hanya 6,2 persen dari total industri.

Previous post:

Next post: