FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Program Listrik Menghadapi Hambatan Sosial-Politik

Program Listrik Menghadapi Hambatan Sosial-Politik

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan bahwa ada sejumlah kendala dalam melaksanakan program listrik.

Selain aspek teknis, Sudirman Said juga mengatakan bahwa kendala utama menyangkut aspek sosial dan politik.

“Kedua aspek lebih dominan daripada aspek teknis, mulai dari pembebasan lahan kepada siapa sedang dialokasikan dan berapa banyak,” kata Sudirman di Jakarta Selatan, Sabtu (24/9).

Sudirman aded bahwa masalah tersebut tidak dapat diatasi oleh para teknokrat dan ahli. listrik BUMN PLN juga, Sudirman menambahkan, kadang-kadang dihadapkan pada kenyataan bahwa para pengembang memiliki hubungan politik.

“Ini adalah masalah besar,” katanya.

Sudirman mengatakan bahwa semua orang tahu potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia dan ditulis dalam kebijakan energi nasional.

Namun, seperti banyak situasi di negara-negara lain, pengembangan energi baru dan terbarukan membutuhkan kemauan politik dan tidak dapat hanya ditangani oleh teknokrat.

“Karena pengembangan energi baru terbarukan perlu insentif, subsidi, dan peraturan,” katanya.

Sudirman juga menyebutkan mafia di bidang energi.

Dia mengatakan bahwa ada kekuatan yang mempengaruhi pembuatan kebijakan pemangku kepentingan, misalnya dengan mengatakan bahwa pembangunan kilang mahal dan tidak ekonomis.

Sudirman lanjut mengatakan akan tidak ekonomis jika Indonesia tergantung pada impor energi.

“Baru dan terbarukan energi mahal tapi dalam waktu, kita harus membangunnya,” kata Sudirman.

Previous post:

Next post: