Proyek Infrastruktur Pitch Indonesia di OBOR

Menteri Koordinator Kelautan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam KTT One Bet One Road (OBOR) di Beijing akan mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Strategi kami adalah untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan seimbang antara Jawa dan luar Jawa. Itulah yang kami tawarkan ke China, sehingga bisa menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan, “kata Luhut di Beijing dalam siaran pers yang diterima Tempo hari ini.

Menurut Luhut, sejumlah proyek di Manado difokuskan pada koneksi antar daerah dan sektor transportasi.

“Lapangan terbang di Manado sudah mencapai panjang maksimal, karena ada gunung di ujungnya. Panjangnya 2.800 meter sekarang, “jelas Luhut.

Luhut menambahkan, kawasan seluas beberapa ribu hektare di Manado akan dibangun bagi investor untuk dikembangkan. Luhut juga akan mengadakan proyek transportasi dan akomodasi transportasi baru, yang diharapkan dapat membuka koneksi baru antara kawasan timur Indonesia dan luar negeri.

“Kami juga berencana mengembangkan proyek pembangunan perkeretaapian yang akan menghubungkan Gorontalo dan Bitung, sehingga bisa menjadi hub di timur [Indonesia]. Bitung cukup strategis, dan bisa terhubung langsung ke Darwin dan Jepang, “tambah Luhut.

Menurut Luhut, wilayah Indonesia Tengah memiliki potensi yang sangat besar untuk pembangkit listrik tenaga air, seperti di Kalimantan Utara.

“Ada potensi pembangkit listrik tenaga air senilai 7.700 megawatt, dan kami mungkin menawarkannya dalam tiga atau empat tahap. Kami akan membangun smelter aluminium di sana, “tambah Luhut.

Luhut mengungkapkan bahwa proyek lain di Indonesia Barat termasuk perpanjangan perkeretaapian dari Kuala Tanjung ke Danau Toba, Duri, Dumai dan Pekanbaru.

Jika investasi itu direalisasikan, lanjut Luhut, Indonesia dan China akan diuntungkan, dan pemerintah akan mewajibkan investor untuk mentransfer teknologi ke pekerja lokal.

Sebanyak 50 negara menghadiri KTT OBOR. Di antara delegasi tersebut adalah 29 kepala negara, seperti Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi, PM Malaysia Nadjib Abdul Razak, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.