Proyek Infrastruktur untuk Pitch di puncak OBOR

Menteri Koordinator Kelautan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah akan menyampaikan sejumlah proyek infrastruktur kepada investor asing di One Belt One Road (OBOR) Summit di China.

Luhut mengungkapkan bahwa proyek tersebut tidak terkonsentrasi di Jawa. “Tidak ada proyek di Jawa untuk menyeimbangkan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa,” katanya kepada Tempo usai bertemu di KTT OBOR di kantornya di Jakarta, 11 Mei.

Menteri menjelaskan bahwa proyek tersebut meliputi pembangunan perkeretaapian di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, yang diharapkan dapat menghubungkan kawasan ini ke Danau Toba dan Pekanbaru, Riau. Proyek lainnya meliputi pembangunan infrastruktur di kilang Manado, Sulawesi Utara, dan Bontang di Kalimantan Timur. “Kami juga akan mengajukan proyek di Mandalika,” tambahnya.

Total nilai proyek infrastruktur diperkirakan mencapai setidaknya US $ 30 miliar. Luhut mengungkapkan bahwa proyek tersebut diperkirakan akan dibiayai dengan skema business-to-business untuk meringankan rasio utang negara.

Hadir dalam pertemuan OBOR tersebut adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Kepala Sekolah Thomas Trikasih Lembong.