Proyek Kementerian 2017 mengalami defisit anggaran sebesar 2,67 persen

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran negara pada akhir 2017 mencapai 2,67 persen dari produk domestik bruto (PDB). Proyeksi tersebut di bawah target yang ditetapkan dalam Amandemen APBN 2017 sebesar 2,92 persen terhadap PDB.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Agama (BKF) Suahasil Nazara mengatakan kepada Antara kemarin bahwa perkiraan tersebut memperhitungkan penerimaan pajak yang dioptimalkan serta penyerapan belanja negara, yang sampai akhir tahun mencapai 95 persen.

Suahasil mengatakan proyeksi tersebut masih di bawah batas yang diijinkan oleh undang-undang, yaitu 3,0 persen dari PDB. Pada akhir September, Kementerian Keuangan membukukan defisit anggaran sebesar Rp275,6 triliun atau sekitar 2,02 persen dari PDB.

Ini di bawah target yang ditetapkan dalam amandemen APBN 2017 sebesar Rp397,2 triliun atau 2,92 persen dari PDB. Menteri Keuangan Sri Mulyani mematok batas bawah ramalan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,1 persen.

Dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat akan mencapai 5,3 persen, yang berarti bahwa pertumbuhan senyawa tahunan harus antara 5,1 dan 5,17 persen. Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih memproyeksikan ekonomi tahun depan akan lebih baik, didorong oleh pemilihan kepala daerah secara simultan dan pelaksanaan Asian Games.

Lana mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,15 menjadi 5,18 persen tahun depan. “Target pemerintah 5,3 sampai 5,4 persen tampaknya sulit dijangkau. Perekonomian Indonesia tidak akan membaik secara drastis tahun depan,” katanya.