Pupuk Indonesia Demands for Gas Price Cut

Perusahaan pupuk negara Pupuk Indonesia mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk menurunkan harga gas untuk produksi pupuk. Perusahaan mengatakan bahwa harga internasional kurang dari US $ 3 per ton, jauh lebih murah daripada di Indonesia yang lebih dari US $ 6 per ton.

“Kami telah mengajukan permintaan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian Perindustrian,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat di Jakarta, Senin.

Aas mengatakan gas merupakan komponen produksi terbesar di industri pupuk, terhitung 70 persen dari total biaya produksi. Produsen pupuk, kata dia, masih harus membayar gas meski tidak menggunakannya, karena komoditi hanya bisa dibeli dengan sistem take-or-pay.

“Kita masih harus bayar karena kontrak menyebutkan 85 persen itu harus digunakan,” katanya.

Aas mengatakan tantangan terbesar produsen pupuk Indonesia adalah bersaing dengan harga jual internasional, yaitu sekitar US $ 200 per ton. Sementara itu, harga jual pupuk Indonesia bisa mencapai US $ 260 per ton karena tingginya biaya produksi.

Deputi agro dan industri farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan aset industri pupuk negara sekitar Rp130 ​​triliun, “terbesar dibandingkan industri lain di sektor agro dan farmasi”.