FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Rasio kredit buruk untuk tinggal di tingkat ditoleransi

Rasio kredit buruk untuk tinggal di tingkat ditoleransi

Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa industri perbankan akan melihat nya kredit non-performing loan (NPL) rasio tinggal bruto dalam tingkat ditoleransi tahun ini di belakang pemulihan ekonomi secara bertahap setelah perlambatan global.

“Kami memperkirakan bahwa rasio NPL gross akan mencapai puncaknya pada 3,2 persen,” kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis, seperti dikutip kontan.co.id .

regulator keuangan mempertimbangkan rasio NPL gross, indikator kredit macet, untuk menjadi sehat di bawah 5 persen. Sebuah gross NPL melebihi 5 persen akan memicu pengawasan khusus dari regulator.

Secara keseluruhan, di industri perbankan domestik nasional, gross NPL telah melonjak menjadi 3,18 persen per Juli, naik dari 2,7 persen pada bulan yang sama tahun sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) data menunjukkan. Rasio NPL di sektor pertambangan dan penggalian, sementara itu, telah meroket dari 3,81 persen menjadi 6,75 persen.

Previous post:

Next post: