RI, Jerman dapat bergerak menuju kerjasama maritim lebih dekat

Indonesia dan Jerman mungkin akan memasuki era baru kerja sama maritim selama pertemuan G20 di Hamburg, Jerman, pada bulan Juli, kata seorang menteri.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa saat ini, Indonesia dan Jerman telah mencapai kesepakatan di tiga bidang kerjasama, yaitu pendidikan, pengembangan energi terbarukan dan sertifikasi kelapa sawit.

Di sektor pendidikan, menteri tersebut mengatakan Jerman telah sepakat untuk membantu Indonesia dalam pendidikan kejuruan. Untuk pengembangan energi terbarukan, Indonesia mendapat pinjaman senilai 2 miliar Euro (US $ 2,25 miliar) dari bank pembangunan Jerman Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW). Jerman juga memberikan dukungan untuk sertifikasi kelapa sawit.

“Kami akan melanjutkan kerjasama ini. Akan ada kerja sama lebih lanjut di sektor maritim antara Indonesia dan Jerman, tapi mungkin ini akan terjadi setelah para pemimpin kedua negara bertemu, “kata Bambang usai penandatanganan kerja sama Indonesia-Jerman dalam pendidikan kejuruan pada hari Jumat.

Sembilan belas pemimpin negara, dua pemimpin Uni Eropa dan sembilan undangan pemimpin negara tamu dijadwalkan bertemu di KTT G20 mendatang di Hamburg dari 7 Juli hingga 8 Juli.

Kerjasama Ekonomi Jerman dan Pembangunan Menteri Federal Gerd Müller mengatakan Jerman akan dengan senang hati menyambut Presiden Joko “Jokowi” Jokowi di Hamburg.

“Kami senang Presiden Jokowi akan menghadiri KTT G20 di Hamburg dan dia akan bertemu dengan Kanselir [Angela Merkel] di sana. Hamburg adalah kota maritim dan Indonesia memiliki hubungan maritim dengan Hamburg,” kata Müller.