RI mencari ilmu pengetahuan, kerjasama teknologi dengan Universitas Tsinghua

Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyatakan minatnya untuk memperkuat kerjasama sains dan teknologi dengan Universitas Tsinghua China selama kunjungan dua harinya ke China.

Jokowi bertemu dengan presiden universitas tersebut, Qiu Yong, pada hari Minggu, di mana dia menyampaikan penghargaannya atas penandatanganan letter of intent antara Universitas Tsinghua dan Kementerian Perindustrian Indonesia terkait dengan pemberdayaan masyarakat.

“Saya juga berharap agar rencana mendirikan Pusat Inovasi Tsinghua South East Asia Center serta kerjasama antara Kementerian Perindustrian dan Tsinghua [universitas] akan segera terwujud,” katanya, menurut sebuah pernyataan pers yang diperoleh The Jakarta Post .

Pemerintah mengharapkan sebuah pusat penelitian untuk memperbaiki ketenagakerjaan Indonesia di sektor industri dan menciptakan lapangan kerja baru melalui pendidikan kejuruan.

Dalam pertemuan dengan Qiu, Jokowi didampingi beberapa pejabat, termasuk Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Duta Besar RI untuk China Soegeng Rahardjo.

Dia berada di Beijing untuk menghadiri pertemuan dua hari One Belt One Road (OBOR) di China. Sampai 29 kepala negara dijadwalkan menghadiri KTT tersebut.

Jokowi dijadwalkan bertemu dengan direktur pelaksana Perdana Menteri Beata Szydlo dan Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde.

Last but not least, Jokowi akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum makan malam di Aula Besar Rakyat.