Rp100 miliar Diperlukan untuk Pariwisata Bali untuk Pulih setelah Gunung Agung Meletus

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa upaya promosi yang akan memakan biaya minimal Rp100 miliar akan dibutuhkan untuk pariwisata Bali pulih setelah letusan Gunung Agung.

Penjualan adalah salah satu upaya promosi yang sedang dipertimbangkan, kata Arief. “Penjualan mencakup diskon 40-50 persen,” katanya. Arief mengatakan bahwa mereka akan mengajukan permohonan kepada wisatawan domestik dan mancanegara.

Arief menjelaskan, target kunjungan wisatawan mancanegara di Bali tahun ini belum terpenuhi. “Saya menargetkan 6 juta [turis asing] di Bali,” katanya.

Namun, dia mengatakan bahwa pada akhir 2017, ada 5,5 juta turis asing yang berkunjung ke Bali.

Aktivitas Gunung Agung selama fase letusannya tidak dapat diprediksi. Menteri Arief, bagaimanapun, bertekad untuk mencapai target kunjungan turis yang lebih tinggi tahun depan. “Bali menargetkan 7 juta [turis asing] tahun depan, seharusnya tidak turun,” katanya.

Arief mengatakan bahwa dia menetapkan target dengan membandingkan Bali ke Bangkok. “Bangkok melihat 18 juta [pendatang], lebih baik dari Bali. Ini adalah kota, sedangkan [Bali] adalah sebuah pulau. Bali jauh lebih baik dari Bangkok, “katanya.