FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /RUU larangan alkohol terhenti sampai 2017

RUU larangan alkohol terhenti sampai 2017

Sebuah RUU alkohol larangan kontroversial tidak mungkin akan selesai tahun ini sejak inisiator nya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), belum melampaui perspektif pengumpulan dari ulama Muslim dan pihak lain yang berkepentingan.

Saat ini, PPP sedang berkonsultasi dengan organisasi-organisasi Muslim Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah agar dapat lulus tagihan tahun depan, kata partai wakil sekretaris jenderal Ahmad Baidowi.

“Proses ini berlangsung dan mudah-mudahan tahun depan hukum larangan alkohol akan diberlakukan,” katanya.

Ketua PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan bahwa peran ulama adalah penting untuk menentukan rincian tagihan dan memberikan rekomendasi ke pesta.

Selain dari PPP, partai mendukung adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Meskipun itu tagihan prioritas dalam Program Legislasi Nasional 2016 (Prolegnas), tagihan tidak berdiri banyak kesempatan yang disahkan menjadi UU pada akhir tahun sebagai tujuh fraksi yang tersisa menentang gagasan larangan total dan bukannya mendukung pengendalian konsumsi alkohol.

anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo mengatakan bahwa larangan akan perlu dan jika pelarangan alkohol ditujukan untuk kepentingan publik, anggota parlemen harus menjaga perspektif dan menekankan hak konsumen untuk keselamatan.

Ia malah menyarankan peraturan yang mengharuskan minuman beralkohol memproduksi perusahaan untuk daftar bahan. “Ini harus lebih informatif bagi konsumen, sehingga mereka dapat membuat keputusan sendiri tentang apakah untuk membeli sesuatu,” kata Sudaryatmo.

Previous post:

Next post: