Satu Isu Membentangkan Uji Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta

Operator kereta api milik negara Kereta Api Indonesia secara umum menguji kereta bandara Soekarno-Hatta kemarin. Namun, manajemen arus penumpang di stasiun Soekarno-Hatta ternyata menjadi masalah yang harus dipecahkan.

“Kami tidak mengharapkan antusiasme yang besar dari masyarakat untuk mencoba stasiun dan layanan kereta api bandara,” kata Kepala stasiun bandara Soekarno-Hatta Siswanto, Selasa 26 Desember.

Siswanto menjelaskan bahwa arus penumpang pada jam sibuk mungkin bisa menyebabkan antrian besar jika tidak diperbaiki. Ia juga menekankan bahwa tanda tertulis yang mengatakan bangunan terpadu masih menimbulkan kebingungan di kalangan penumpang.

“Istilah yang sering kita gunakan adalah ‘integrated building’, ini adalah istilah yang sulit dimengerti. Kemudian nanti akan diubah menjadi istilah ‘stasiun’ sehingga mudah dimengerti, “Siswanto terus menjelaskan.

Seorang penumpang kereta api, Anggi Setiawan (45) mengkonfirmasi pengamatan Siswanto, “Ketika saya berangkat sekitar 02:10, saya melihat arus penumpang belum bagus, saya harus mengantri cukup lama,” katanya.

Selama uji coba, kereta bandara akan mengoperasikan 42 rute perjalanan, 21 keberangkatan dan 21 kedatangan dengan waktu tunggu maksimal 30 menit. Kereta ini mampu mengangkut 270 penumpang dalam satu kali perjalanan.

Tarif selama uji coba ditetapkan sebesar Rp30.000, penumpang akan dikenai tarif normal setelah uji coba berakhir pada tanggal 2 Januari 2018.