FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Sektor swasta untuk berpartisipasi dalam KIR Uji

Sektor swasta untuk berpartisipasi dalam KIR Uji

Pemerintah mengatakan sektor swasta yang berpartisipasi dalam uji jalan kendaraan kelayakan (KIR) akan menerima insentif, antara lain, adalah insentif pengurangan pajak yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

“Kami tidak tahu persentase belum, (itu) akan dibahas,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada Rabu, 23 November, 2016.

Budi mengatakan bahwa akan ada biaya untuk tes KIR untuk berkontribusi dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Meskipun mereka mengharapkan biaya minimum. “Jika diperlukan, tidak ada biaya (untuk uji KIR) sebagai insentif,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan mengatakan, pihaknya akan melibatkan sektor swasta dan agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk menjalankan tes kendaraan periodik. Kementerian percaya bahwa sektor swasta dan ATPM siap untuk menjalankan kendaraan uji berkala. “Ini diharapkan akan beroperasi pada Desember,” kata Budi.

Adapun mobil, terutama untuk tujuan komersial, pasti harus memiliki tes KIR. “Ini (uji KIR) akan dilakukan oleh agen tunggal,” katanya. “Mereka memproduksinya dan mereka juga bertanggung jawab untuk tes KIR. Ini adalah layanan terpadu. “Layanan terpadu, Budi mengatakan, juga harus berhubungan dengan merek produsen mobil gambar karena akan meringankan konsumen.

Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan bahwa mereka siap untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan rencana tersebut. “Bahkan jika akan ada karya ekstra; kita akan mencari tahu, “kata Yohanes.

Previous post:

Next post: