Senior Economist Memprediksi Minor Crisis yang disebabkan oleh Pengeluaran Pemerintah

Ekonom Senior Faisal Basri memprediksi bahwa Indonesia akan dilanda krisis keuangan kecil pada bulan Desember jika Pemerintah tidak mengurangi pengeluarannya untuk infrastruktur.

“Pak Jokowi berbicara tentang tidak mengurangi pengeluarannya untuk infrastruktur. [Ini akan menyebabkan krisis keuangan kecil], “kata Faisal pada hari Rabu, 11 Oktober.

Faisal mengklaim krisis keuangan kecil akan menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah ke tingkat yang diprediksi Rp14.000 per dolar AS, diikuti oleh penurunan pertumbuhan ekonomi ke level 4,9 persen. Prediksinya didasarkan pada fakta bahwa pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur tidak didukung oleh pertumbuhan penerimaan pajak.

Menurut data, penerimaan pajak Indonesia pada 2016 turun 3,5 persen dibanding tahun sebelumnya, meski jumlah tersebut telah didukung oleh program amnesti pajak. Tanpa amnesti pajak, penerimaan pajak akan mencapai minus 4,8 persen.

Sementara itu, penerimaan pajak hingga September 2017 turun 2,7 persen.

Faisal mengatakan bahwa jika belanja negara tidak berkurang, Pemerintah secara otomatis akan menaikkan penerimaan pajaknya. “Sekarang efeknya akan dirasakan oleh masyarakat, yang akan selalu diganggu petugas pajak. Saya pribadi sudah menerima dua surat ‘cinta’ dari kantor pajak, “kata Faisal Basri.