FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /SPV Indonesia mendominasi kepemilikan asing obligasi pemerintah

SPV Indonesia mendominasi kepemilikan asing obligasi pemerintah

Proporsi besar dari kepemilikan asing kertas utang pemerintah (SBN) tidak boleh langsung ditafsirkan sebagai pertanda buruk bagi pasar karena bisa investor Indonesia menggunakan mereka kendaraan tujuan khusus (SPV) di luar negeri, seorang pejabat kementerian keuangan mengatakan.

Asumsi umum adalah bahwa jika kepemilikan SBN didominasi oleh investor asing, maka pasar akan lebih tak terduga dan berisiko, Scenaider Siahaan, Direktur portofolio strategi dan pembiayaan di kantor pembiayaan dan manajemen risiko Departemen Keuangan.

“Yang menarik adalah bahwa pada tahun 2014 dan 2015. Meskipun depresiasi mata uang Indonesia itu curam, investor tinggal di pasar,” katanya dalam sebuah seminar bertajuk “Kebijakan Fiskal dan Struktur Utang Indonesia Economy” di Jakarta, Senin, menjelaskan lebih lanjut bahwa investor asing biasanya dijual makalah utang selama masa krisis untuk memotong kerugian.

Ia berspekulasi bahwa bagian utama dari investasi asing di SBN mungkin bisa dikaitkan dengan masyarakat Indonesia menggunakan berbasis lepas pantai-SPV-perusahaan didirikan untuk melayani tujuan tertentu sesuai dengan kepentingan pendiri mereka.

Pada 4 Oktober, investor asing yang dimiliki Rp 684920000000000 di SBN dibandingkan dengan Rp 558520000000000 pada bulan Desember 2015. Ini berarti bahwa Rp 126400000000000 senilai dana asing mengalir ke negara itu tahun ini.

Dengan kata lain, 39,15 persen dari SBN berada di tangan investor asing, dibandingkan dengan 38,21 persen pada Desember tahun lalu.

Previous post:

Next post: